Assalamualaikum Wr. Wb
What’s up friends? Bagaimana kabar kalian hari ini? Selamat ya bagi teman-teman yang sudah berhasil lulus ke universitas impiannya. Bagi yang belum, ayo terus coba, jangan menyerah ya… Meraih impian dan masa depan membutuhkan perjuangan, dan yakinlah semua usaha itu akan kalian nikmati nantinya.
Aku yakin semua orang punya cerita menariknya masing-masing. Pengalaman hidup di kampus itu memang unik, tidak sama dengan pengalaman kita di sekolah-sekolah sebelumnya. Dimulai dari mengenal macam-macam latar belakang orangnya, kepribadian dan tingkah-tingkah aneh dari teman, peraturan kampus, jadwal kuliah, tugas menumpuk, budaya begadang, sampai masalah dengan dosen pun ada. Di kehidupan kampus, kita semua dituntut untuk memiliki kepribadian yang lebih dewasa dan berakademis, dan pasti ada aja yang aneh. Dari sekian banyak cerita, izinkan aku menceritakan pengalamanku, mulai dari alasan mengapa aku memilih kampus UNJA dan prodi yang aku pilih sekarang.
Sejak awal, aku memang sudah berniat untuk kuliah di UNJA. Mengapa? Karena kampus UNJA memang yang paling dekat dengan rumah, dan hemat biaya. Aku sejak awal ikut SBMPTN di tahun 2015 sudah berencana untuk kuliah di sana, hanya saja prodi yang kupilih berbeda-beda. Pilihan pertama Prodi Kedokteran, yang kedua Pend. Biologi, yang ketiga Pend. Fisika, dan yang keempat Pend. Bahasa Inggris. Hampir semua mata kuliah yang kupilih mengarah ke Jurusuan Pendidikan dan Keguruan (FKIP) karena aku memang suka mengajar, dan ingin menjadi guru. Setelah ujian, akhirnya aku lulus di Pendidikan Biologi pada tahun 2015. Di tahun itulah aku menjadi resmi menjadi Mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2015.
Selama jadi maru, aku tidak pernah yang namanya ikut kegiatan-kegiatan organisasi dan OSPEK Kampus. Kok bisa ya? Karena memang dari awal aku tidak pernah tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti itu. Awalnya aku memiliki kepribadian introvert, yang lebih suka mandiri, menyendiri, dan lonely. Hahaha…. terdengar suram dan galau, tapi memang itulah kenyataannya. Aku memang lebih suka dengan kegiatan sunyi, rasanya jika bertemu dengan banyak orang lebih mudah capek dan moody. Aku memulai kuliah dengan hari yang luar biasa, mulai dari mengenal dosen bimbingan, tata cara mengirim pesan yang sopan kepada dosen dan kakak tingkat, mengenal peraturan kampus, dan yang paling aku nantikan adalah…. perpustakaan. Aku sangat suka mencari waktu luang dan tempat sunyi hanya untuk membaca buku. Sayangnya, di waktu itu (tahun 2015) keadaan perpustakaan masih belum sebagus yang sekarang. Keadaan perpustakaan yang sekarang sudah cukup bagus, mulai dari pelayanan, variasi buku, fasilitas dan ruang yang disediakan kampus. Walaupun begitu, aku tetap menyukai perpustakaan kampus UNJA sejak dulu, karena disana menurutku adalah tempat yang paling aman, sunyi dan tentram dari keramaian. Disitulah aku menghabiskan waktu luang dengan belajar dan membaca.
Dua semester aku jalani kehidupan kampus sebagai Mahasiswa Biologi, dan akhirnya memutuskan untuk pindah prodi. Selama kuliah 2 semester, aku merasakan jenuh dengan tugas kuliah. Pendidikan Biologi merupakan salah satu prodi yang terberat dan tersibuk di FKIP. Hari-hari dipenuhi dengan tugas, belum lagi kegiatan praktikum beserta laporan yang DITULIS TANGAN! Sebenarnya aku suka dengan ilmunya, namun faktor kesehatan tubuhku yang menghalangiku untuk meneruskan belajar di prodi ini. Sungguh disayangkan, dan akhirnya aku pindah ke prodi Pendidikan Bahasa Inggris di semester 3.
Memasuki semester 3 di Prodi Bahasa Inggris merupakan salah satu hal istimewa yang pernah terjadi di kehidupan kampusku. Memasuki kelas dengan suasana yang berbeda, peraturan yang berbeda, dan tugas…….yang juga sama banyaknya. Namun entah kenapa, aku bisa lebih enjoy di prodi ini walaupun tugas kuliah datang setumpuk menggunung, menanti untuk diselesaikan. Selama kuliah, aku memang tidak pernah ikut kegiatan organisasi, namun sering aktif partisipasi dalam kegiatan lomba ataupun sukarela. Lomba yang ku ikuti di kampus ada menulis essay, menulis puisi dan menulis cerpen dalam bahasa inggris. Kegiatan sukarela misalnya menjadi penerjemah bebas dan mengajar anak-anak TK berbahasa inggris di sekolahnya. Aku sangat menikmati kegiatan-kegiatan sukarela seperti ini, karena di lapangan itulah kita belajar bagaimana kita bersosialisasi dengan masyarakat, murid, dan anak-anak secara nyata. Pengalaman hidup yang kudapatkan dari kegiatan ini sungguh membekas di dalam diriku, membantuku untuk tumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa.
Selama 4 tahun, aku dapat menyelesaikan S1 dengan lancar. dan akhirnya aku wisuda di tahun 2020, bulan Januari. Seingatku, di saat itu Pandemi COVID-19 belum ada di Indonesia, sehingga kami masih menyelenggarakan upacara wisuda di Balairung UNJA. Hari yang bahagia sekaligus sedih, karena akan meninggalkan teman, dosen, bahkan kelas yang dipenuhi oleh banyak kenangan. Di hari wisuda itu aku sudah mulai mencemaskan masa depan, karena dengan menyelesaikan kuliah sarjana bukanlah akhir dari segalanya, namun itu adalah lembar baru dari mimpi-mimpi masa depan yang kita idamkan.
Nah, apa kabar denganku sekarang? Aku memutuskan untuk meneruskan kuliah di tingkat selanjutnya, yaitu Magister Pendidikan Dasar, dan masih di UNJA lho. Di tahun 2020 ini, aku memulai lembaran hidup yang baru, tentu saja di tempat kuliah yang berbeda, bertemu dengan dosen dan teman-teman sejawat yang berbeda pula. Aku harap pengalaman kuliah di Magister ini akan membawaku untuk menjadi seseorang yang lebih bijak, berpengalaman, dan cerdas untuk bangsa dan negara. Aamiin.
Sekian cerita dariku. Aku harap cerita ini dapat menjadi motivasi bagi para pembaca yang ingin kuliah di UNJA. Thank you very much…












































































![IMG_20180809_070757[1]](https://travelexperience.travel.blog/wp-content/uploads/2018/08/img_20180809_0707571.jpg)